Fly to the Sky: Kisah yang Tetap Manis Meski 8 Tahun Berselang

Monday, August 10, 2020

Fly to the Sky

"But, if this guy, or whoever he was, he is, or he will be, can't handle you at your worst, they sure as hell don't deserve you at your best. Enough said." -- Ihsan
Sumber: goodreads.com

Judul: Fly to the Sky
Penulis: Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 360 halaman

Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.

Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti
dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?

Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.

***

Rasanya, sudah lama sekali saya tidak membaca kisah romans Indonesia. Beberapa hari ini, saya sempat mengalami reading slump. Alhasil, bacaan saya mandeg dan belum saya lanjutkan kembali. 

Akan tetapi, tiba-tiba saja kemarin saya ingin sekadar refreshing. Jadi, saya pun mengambil salah satu novel favorit saya ini untuk saya baca kembali. Hasilnya? Meskipun sudah delapan tahun berlalu, Fly to the Sky masih menjadi kisah manis yang penuh drama.

Edyta dan Andrian 

Edyta Adriannisa Fauzi menyamakan dirinya dengan Midas. Bedanya, segala hal yang disentuh oleh Midas akan berubah menjadi emas, sedangkan apa yang disetuh oleh Edyta akan berubah menjadi bencana.

Selama 26 tahun hidupnya, Edyta terbiasa untuk dibantu oleh semua orang dekatnya. Mulai dari dua abangnya, Ferro dan Ilham (yang anyway, Ilham ini punya kisah sendiri di Simple Lie, Meet Cute, dan Stuck), Ihsan (tetangga dan juga teman dekat Ilham), mami dan papinya, atau sahabat sejatinya, Syiana.

Pada saat seperti ini, Edyta mengalami quarter life crisis yang cukup lumayan. Karir yang stagnan dan juga masalah percintaan yang sepertinya belum ada ujungnya. Maka ketika ia bertemu Andrian, seorang stranger yang rela kena omelannya serta membantu dirinya tanpa diminta, Edyta merasa Andrian bisa jadi jawaban dari seluruh masalah percintaannya.

Di sisi lain, Andrian adalah seorang pilot yang serba perfeksionis. Memiliki Obsessive Compulsive Disorder (OCD) bisa membuat Andrian begitu tertata dan let's say sangat metodis. Pertama kali bertemu Edyta, Andrian tahu kalau cewek di depannya itu tidak akan masuk ke dalam check list perempuan idaman yang ia buat. 

Setelah bertemu dengan Edyta, ia bertemu dengan Mawar, pramugari baru di Indonesia Airbridge. Sejak awal, Andrian tahu kalau Mawar akan memenuhi checklist yang ia miliki. Sayangnya, lama-kelamaan Andrian merasa hubungannya dengan Mawar begitu hambar. Mungkin pernyataan bahwa kutub magnet yang sama tidak akan pernah bersatu betul-betul menggambarkan hubungan di antara keduanya.

Pada akhirnya, setelah mengalami kejadian menghebohkan yang membuatnya mengakhiri hubungannya dengan Mawar, Andrian menyadari bahwa Edyta lah sosok yang bisa melengkapi dirinya.

Kisah yang tetap manis 

Image: google.com, edited by me

Pada dasarnya, novel ini merupakan bagian dari proyek Gagas Duet. Kali ini, Nina Ardianti dipasangkan dengan Moemoe Rizal. Kombinasi yang cukup unik sebetulnya karena menurut saya, gaya penulisan Nina sangatlah ceplas-ceplos dan penuh drama. Sedangkan, gaya penulisan Moemoe cenderung sangat teknikal.

Diceritakan dari dua sudut pandang yang berbeda, jujur saya lebih suka kisah Edyta. Entahlah. Bagi saya, kisah Andrian begitu kaku. Saya tahu sih kalau karakter Andrian sendiri memang kaku dan juga serius, tapi saya jadi merasa agak bosan membacanya. Untungnya, di cerita Andrian ada sosok Leila yang penuh drama. Jadi, setidaknya saya masih bisa tersenyum saat membaca kisahnya.

Meskipun novel ini penuh dengan serendipty, saya rasa jalan ceritanya cukup segar kala itu. Jadi saya sangat menikmati kisah yang manis ini. Memang sih, novel ini menggambarkan kejadian yang sudah pasti tidak akan terjadi di unia nyata, tapi saya somehow masih bisa relate dengan perasaan Edyta atau bahkan Andrian.

Kesimpulan

Ternyata, novel ini termasuk novel yang tidak akan pernah membuat saya bosan. Saya suka karakter dan juga ceritanya. Sepertinya, saya harus rajin untuk cek akun Wattpad Nina untuk baca kisah Ilham ataupun adiknya Ferdian--yang sialnya saya lupa namanya siapa.

4 dari 5 bintang untuk kisah yang tetap manis meski delapan tahun telah berlalu.

Sincerely,

Ra

You Might Also Like

0 comments

Blogger Buku Indonesia

Blogger Buku Indonesia

#BloggerPerempuan

Blogger Perempuan