Empat Besar (The Big Four): Angka Empat yang Berbahaya

Thursday, July 16, 2020

Empat Besar

"Aku tidak akan mencoba mengambil keputusan di antara dua penyelesaian yang berlawanan."-- Hercule Poirot.

Sumber: Goodreads,com
Judul: Empat Besar
Judul Inggris: The Big Four
Series: Hercule Poirot Mysteries #5
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Indri K. Hidayat
Tahun terbit: September 2017, cetakan kesepuluh
Tahun terbit pertama: 27 Januari 1927
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Baca via Gramedia Digital

Poirot terkejut ketika seorang pria lusuh muncul di ambang pintu rumahnya. Sesaat pria lusuh itu hanya menatap Poirot, lalu terhuyung dan jatuh. Dalam keadaan setengah sadar, ia menggumamkan, “Mr. Hercule Poirot, 14 Farraway Street,” berulang kali.

Misteri semakin rumit ketika si tamu asing tak kunjung bicara banyak dan beberapa kali hanya menuliskan angka 4 di kertas. Poirot harus menggunakan sel-sel kelabunya untuk memecahkan persoalan ini, membahayakan nyawa demi mengungkap misteri di balik angka tersebut.

***

Melanjutkan keinginan saya untuk membaca seluruh kisah Hercule Poirot, maka saya pun memutuskan untuk membaca Empat Besar. Awalnya, saya ragu kalau saya akan merasa bosan saat membaca novel ini. Akan tetapi, saya cukup terkejut karena saya bisa 'memaksa' diri saya untuk menyelesaikan novel ini.

Misteri empat besar


Hercule Poirot sedang bersiap-siap untuk pegi ke Amerika Selatan saat sahabatnya, Hastings kembali ke Inggris. Awalnya, Poirot berencana langsung bertolak ke Amerika Selatan, akan tetai, datangnya seorang pria lusuh yang sekarat di pintu rumahnya membuat Poirot berubah pikiran 180 derajat.

Pria lusuh tadi dalam keadaan setengah sadar hanya bisa mengucap beberapa patah kata dan juga angka 4 di kertas. Hal ini menggelitik sel kelabu Poirot dan membuat ia yakin bahwa ada sebuah organisasi berbahaya yang bernama Empat Besar.
 
Sesuai dengan namanya, organisasi empat besar memiliki pimpinan. Nomer 1 adalah Li Chang Yen, seorang pemegang kendali yang berada di Cina. Nomer 2 adalah jutawan Amerika yang kaya raya. Nomer 3 adalah perempuan Perancis yang cerdas. Sedangkan, nomer 4 adalah lelaki berkebangsaan Ingris yang sangat pandai menyamar.

Sepanjang perjalanan karirnya, Poirot tidak pernah menemukan kasus yang begitu rumit seperti empat besar. Maka dari itu, Poirot pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengungkap kejahatan empat besar. Tentu berbagai kejadian buruk menimpangnya, mulai dari diculiknya Hastings hingga percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Yang pasti, empat besar bukan musuh biasa.

Cerita yang bersilangan


Sumber: google.com, edited by me.

Secara sekilas, kisah empat besar ini begitu menarik premisnya. Saya pun pensasaran dengan akhir kisah yang ingin ditunjukkan oleh Agatha Christie. Sayangnya, saya rasa kisah empat besar ini terlalu terbelit-belit. Saya memang tidak keberatan apabila satu kasus kecil bisa berujung pada inti kasus utama, akan tetapi menurut saya kasus-kasus kecil yang diceritakan cukup scattered.

Mungkin kalau saya bandingkan, kisah empat besar ini hampir sama dengan kisah Holmes menghadapi Moriarty. Bedanya, Moriarty tidak akan bertindak secara langsung. Sedangkan, dalam kisah empat besar, ada nomer empat yang langsung turun tangan.

Sebetulnya, cara penyelesaian Poirot di sini juga menarik. Akan tetapi, entah mengapa saya tidak bisa mengikuti seluruh kisah dengan baik. Saya merasa kasus-kasus kecil yang diceritakan sekadar lewat dan hanya menunjukkan kepiawaian dari nomer empat.

Kesimpulan


Mungkin karena kisah ini masih termasuk kisah awal dari Poirot, Agatha masih cukup mencari-cari kisah yang pas untuk disajikan. Jadi, terlepas dari rasa kurang sreg yang ada, saya rasa kisah ini patut diapresiasi.

At least, we gotta see the reenactment of Holme's death in Poirot's version. Jadi, siapa yang mengikuti kisah siapa sih tentang kematian Poirot ini? Saya belum sempat mencari tahu lebih lanjut.

3 dari 5 bintang untuk empat besar yang lumayan bikin sakit kepala.

Anyway, terjemahan kali ini tidak terlalu menyusahkan. Bahasa Perancis yang tidak diterjemahkan masih mudah dimengerti.

Sincerely,

Ra

You Might Also Like

0 comments

Blogger Buku Indonesia

Blogger Buku Indonesia

#BloggerPerempuan

Blogger Perempuan