Poirot Melacak (Poirot Investigates): Antologi Kasus Poirot

Thursday, February 06, 2020


Poirot Melacak
"Karena ketidakpastian akan menimbulkan panik." -- Poirot

Sumber: goodreads.com
Judul: Poirot Melacak
Judul Inggris: Poirot Investigates
Series: Hercule Poirot Mysteries #3
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Suwarni A.S.
Tebal buku: 286 halaman
Tahun terbit: Januari 2018
Tahun terbit pertama: 1924
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Baca via Gramedia Digital

Misteri bintang film dengan batu permatanya...kasus bunuh diri yang ternyata adalah pembunuhan... misteri flat yang teramat sangat murah... kematian aneh di ruangan terkunci... kutukan makam firaun... penculikan perdana menteri... dan berbagai kejahatan unik lainnya.
Benang merah apa yang menghubungkan kasus-kasus menarik ini? Tentu saja kemampuan deduksi lihai sang detektif Belgia termasyhur, Hercule Poirot!


***

Setelah kemarin membaca dua novel panjang dari Agatha Christie, sekarang saatnya saya menyelami antologi kasus dari Hercule Poirot. Well, tampaknya dalam hal ini Christie masih mencari gaya menulisnya. Alhasil, ada beberapa cerita yang cukup memorable, ada juga yang malah membuat saya mengernyitkan dahi karena penyelesaiannya yang tak cukup masuk akal.

Sejumlah cerita yang saya ingat


Kalau boleh jujur, saya lupa ada berapa tepatnya kasus yang termasuk di dalam antologi ini. Akan tetapi, memang tidak semua kasus saya ingat. Beberapa kasus yang cukup memorable bagi saya adalah kasus apartemen Mrs. Robinson yang terlalu murah, klaim asuransi yang mencurigakan, serta pencurian kalung mutiara di kamar hotel.

Nama-nama tokohnya? Entahlah. Saya tidak terlalu ingat. Yaa, sama seperti ketika saya membaca kisah Sherlock Holmes dalam sejumlah antologi kisahnya, saya betul-betul tidak ingat dengan nama para tokoh. Bahkan, detail dari kasusnya sendiri.

Seperti yang telah saya singgung di atas, ada sejumlah kasus yang punya twist tidak biasa. Akan tetapi, ada juga kasus yang twist-nya seolah dipaksa masuk. Alhasil malah tidak menjadikan cerita sepenuhnya utuh. Setidaknya ini menurut pandangan saya.

Di lain sisi, kadang kala saya cukup kasihan dengan Hastings. Ia terpaksa seolah selalu dipermainkan oleh Poirot. Pada titik ini, saya menyadari tingkat menyebalkan Poirot dan Holmes lumayan mirip.

Terjemahan yang cukup bikin frustrasi

Sumber: google, edited by me
Jujur, saya sangat menyukai terjemahan untuk The Mysterious Affairs at Styles dan Murder on the Links. Akan tetapi, untuk Poirot Investigates ini, saya merasa agak kecewa. Mengapa? Karena banyak sekali istilah dalam bahasa Perancis yang tidak diterjemahkan. Saya tidak akan keberatan apabila yang tidak terjemahkan seperti mon ami yang memang cukup familiar. Sayangnya, banyak kalimat panjang yang tidak terjemahkan di novel ini. Hal tersebut menganggu keasyikan saya dalam membaca.

Kemudian, ketika saya cek ulang, ternyata penerjemah dari Poirot Investigates dan Murder on the Links adalah orang yang sama, yakni Suwarni A.S. Saya kurang mengerti mengapa vibe menerjemahkan dari ibu Suwarni terasa berbeda di kedua novel ini.

Kesimpulan


Sebagai antologi kasus yang pertama, Poirot Investigates cukup menghibur. Di samping terjemahannya yang mungkin membuat sedikit tak nyaman, kisah-kisah dalam buku ini masih bisa dinikmati.

3 dari 5 bintang untuk kasus-kasus yang tak terduga.

Sincerely, 
Puji P. Rahayu

You Might Also Like

0 comments

Blogger Buku Indonesia

Blogger Buku Indonesia

#BloggerPerempuan

Blogger Perempuan